Menyikapi gejala plagiarisme yang sering terjadi di lingkungan perguruan tinggi membuat setiap perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan edukasi dan sosialisi terhadap pencegahan plagiarisme bagi civitas academicanya. Penyebabnya adalah semakin mudahnya memperoleh informasi dengan menggunakan teknologi internet, masih kurangnya keterampilan menulis mahasiswa, dan kurangnya pengawasan dari pihak institusi pendidikan.
Fakta tentang plagiarisme ini cukup membuat resah perguruan tinggi, dimana seharusnya para civitas academica telah mampu menghindar dari perbuatan-perbuatan yang akan mengarah pada praktik plagiat. Sesuai dengan (Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia 2010) tentang pencegahan dan penaggulangan plagiat di perguruan tinggi. Hal ini seharusnya menjadi tolak ukur agar kita selaku kreator ilmu pengetahuan agar menghargai karya orang lain yang telah memiliki hak ciptanya sendiri.
Kita ketahui bersama bahwa ilmu pengetahuan dikembangkan berdasarkan pada ilmu pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Sehingga tidak perlu ragu-ragu bagi siapapun (civitas academica) ketika menyusun karya ilmiah atau karya tulis, dengan menyebutkan sumber rujukan. Hal ini harus dipahami sebagai kejujuran intelektual yang tidak akan menurunkan bobot karya tulis itu sendiri. Oleh sebab itu, perguruan tinggi sudah harus bisa mengatasi fenomena plagiarisme ini. Perguruan tinggi juga harus mampu menghasilkan insan yang tinggi akan kejujuran intelektual yang pada akhirnya dapat membantu menghasilkan karya-karya yang kompeten. Dengan melakukan pengutipan dengan tepat, yang pada akhirnya akan terbiasa untuk melahirkan ide-ide ataupun gagasan baru yang asli.

Research Support

REFERENCE MANAGER
Penggunaan reference manager membantu Anda menyimpan, mengatur, mencatat, membagikan, dan mengutip referensi dan data penelitian. Diantara reference manager yang dapat Anda pergunakan ialah sebagai berikut :
PARAPHRASING TOOLS
MENCARI PERSAMAAN KATA (SINONIM)
LAYANAN CEK SIMILARITY (TURNITIN)